logo
Rumah

Blog Tentang Desain Kandang Ternak Global Mencerminkan Perbedaan Regional dan Budaya

I 'm Online Chat Now
perusahaan Blog
Desain Kandang Ternak Global Mencerminkan Perbedaan Regional dan Budaya
berita perusahaan terbaru tentang Desain Kandang Ternak Global Mencerminkan Perbedaan Regional dan Budaya

Bayangkan matahari pagi yang memancarkan sinarnya yang keemasan melintasi padang rumput yang luas, tempat kawanan sapi dan domba merumput dengan santai di dalam kandang mereka. Pemandangan yang tampaknya biasa ini berakar dalam keragaman budaya, sejarah, dan regional yang kaya. Kandang ternak, meskipun konsepnya sederhana, sangat bervariasi dalam nama, struktur, dan tujuannya di seluruh dunia, yang mencerminkan tradisi lokal dan lingkungan alam. Artikel ini mengeksplorasi definisi, jenis, variasi regional, dan signifikansi budaya dari kandang ternak untuk memberikan pemahaman yang komprehensif.

Definisi dan Konsep Dasar

Kandang ternak, yang disebut sebagai "pen" dalam bahasa Inggris, adalah kandang luar ruangan yang dirancang untuk menampung hewan darat. Fungsi utamanya adalah untuk membatasi pergerakan hewan agar lebih mudah dikelola, dilindungi, dan diberi makan. Kandang biasanya dibangun dengan pagar atau dinding dan dapat bersifat permanen atau sementara. Pilihan bahan dan desain bergantung pada beberapa faktor, termasuk:

  • Tujuan: Apakah kandang tersebut ditujukan untuk ternak (misalnya, sapi, domba, babi) atau hewan peliharaan?
  • Spesies hewan: Hewan yang berbeda membutuhkan kandang dengan ketinggian, kekuatan, dan struktur yang berbeda.
  • Lokasi geografis: Iklim, medan, dan bahan yang tersedia secara lokal memengaruhi desain kandang.
  • Praktik tradisional: Kebiasaan lokal dapat menentukan metode konstruksi tertentu.

Kata kerja "to pen" mengacu pada tindakan menampung hewan di dalam kandang. Istilah terkait seperti "kraal," "boma," dan "corral" digunakan di wilayah dan budaya tertentu, masing-masing membawa konotasi unik.

Jenis dan Variasi Regional Kandang Ternak

Struktur dan terminologi kandang ternak bervariasi secara global, yang mencerminkan praktik pertanian lokal, lingkungan, dan warisan budaya. Di bawah ini adalah perbedaan regional utama:

1. Australia dan Selandia Baru

Di Australia dan Selandia Baru, "pen" mengacu pada kandang kecil di dalam peternakan, khususnya untuk domba atau sapi. Kandang ini seringkali merupakan bagian dari fasilitas yang lebih besar, seperti:

  • Kandang anak sapi: Untuk sapi muda.
  • Kandang/halaman paksa: Digunakan untuk menggiring hewan ke area tertentu, seperti gudang pencukuran.
  • Kandang keringat/kandang penangkapan: Kandang sementara di gudang pencukuran untuk domba yang menunggu pencukuran.

Khususnya, istilah "paddock" dalam bahasa Inggris Australia dan Selandia Baru menunjukkan area penggembalaan berpagar besar yang membentang beberapa hektar, tidak seperti padanannya di Amerika, di mana ia sering mengacu pada kandang yang lebih kecil.

2. Inggris Raya

Di Inggris, kandang domba secara tradisional disebut "folding," "sheepfold," atau "sheepcote." Gembala modern dapat menggunakan istilah seperti "kandang penutup" atau "kandang penahanan" untuk kandang yang lebih kecil. Banyak "sheepfold" yang masih ada adalah struktur setengah lingkaran batu kering kuno dengan signifikansi sejarah.

3. Amerika Serikat

Di AS, "pen" umumnya menggambarkan kandang luar ruangan kecil untuk ternak atau hewan peliharaan. Nama-nama khusus termasuk:

  • Kandang penampungan: Untuk penahanan jangka pendek.
  • Corral: Untuk sapi, berasal dari terminologi Spanyol.
  • Stockyard: Kompleks besar dengan banyak kandang untuk penahanan hewan massal.
  • Feedlot: Kandang khusus untuk penggemukan ternak.
  • Paddock/corral: Untuk kuda; "paddock" lebih umum di AS bagian timur, sedangkan "corral" lebih umum di bagian barat.
  • Kandang pertunjukan: Untuk pameran hewan.
  • Stall: Kandang beratap untuk kuda, biasanya berukuran di bawah 20 kaki.
  • Padang rumput/rangeland: Area penggembalaan luas yang membentang beberapa hektar.

Beberapa corral bersejarah AS terdaftar di Daftar Tempat Bersejarah Nasional.

4. Afrika Selatan

Di Afrika Selatan, kandang tradisional disebut "kraal."

5. India dan Sri Lanka

Di India, "keddah" mengacu pada kandang penangkap gajah, sedangkan Sri Lanka menggunakan "corral" untuk tujuan yang sama.

6. Indonesia

Kandang Indonesia dikenal sebagai "kandang."

7. Wilayah Asia Lainnya

Istilah "kraal" juga muncul di India, Sri Lanka, dan Thailand untuk kandang gajah. Misalnya, di cagar alam harimau Karnataka, sebuah "kraal" digunakan untuk menahan gajah nakal. Pinnawala Sri Lanka mendirikan kraal dan kota terkait pada tahun 1896 untuk penangkapan gajah liar, sedangkan kraal Ayutthaya Thailand berasal dari abad ke-16.

Kandang Ternak Khusus

Di luar kandang tradisional, kandang khusus melayani tujuan unik:

  • Kandang olahraga (x-pen): Kandang kawat portabel dan dapat dilipat untuk hewan peliharaan seperti anjing atau kelinci, menawarkan lebih banyak ruang daripada kandang.
  • Kandang bundar: Arena pelatihan melingkar untuk kuda, membantu pergerakan terkontrol selama pelatihan.
Kandang Ternak dan Pembiakan

Dalam pertanian, "perkawinan kandang" melibatkan penempatan hewan betina di kandang jantan untuk pembiakan alami. Metode dengan sedikit usaha ini memaksimalkan potensi reproduksi jantan tanpa intervensi manusia.

Kesimpulan

Kandang ternak sangat diperlukan untuk pertanian, tidak hanya berfungsi sebagai kandang hewan tetapi juga sebagai refleksi dari budaya, sejarah, dan ekologi regional. Dari paddock Australia yang luas hingga "kandang" Indonesia yang sederhana dan corral bersejarah Amerika, setiap kandang merangkum warisan dan kecerdikan yang berbeda. Struktur ini menampung hewan tetapi juga mewujudkan kemampuan beradaptasi manusia, berdiri sebagai simbol abadi dari evolusi pertanian.

Pub waktu : 2025-11-20 00:00:00 >> blog list
Rincian kontak
Anping Jiahui Wire Mesh Co., Ltd.

Kontak Person: Mr. Yu

Tel: 15931128950

Mengirimkan permintaan Anda secara langsung kepada kami (0 / 3000)