Apakah kehidupan sering kali terasa seperti pertempuran yang tak ada habisnya?,dan "Pintu Gerbang Kuda" Yerusalem kuno dapat memberikan wawasan yang berharga untuk membantu kita memperlengkapi diri kita lebih baik untuk menang dalam pertempuran spiritual ini.
Di Yerusalem kuno, ada sebuah gerbang penting yang dikenal sebagai "Gerbang Kuda".Lokasi strategis di dekat istana kerajaan, Gerbang Kuda memungkinkan pasukan untuk cepat berkumpul dan dikerahkan saat keadaan darurat.
Dari perspektif spiritual, Gerbang Kuda melambangkan pertempuran spiritual yang dihadapi oleh orang percaya.kita juga harus tetap waspada terhadap serangan dari musuh rohani kitaKedekatannya dengan istana mengingatkan kita untuk menjaga hubungan yang erat dengan Raja kita, Yesus Kristus, selalu siap untuk mengikuti perintah-Nya.
Alkitab mengajarkan bahwa Setan memelihara kebencian terhadap orang percaya, yang terwujud melalui berbagai cobaan: konflik, godaan, penganiayaan, dan kesulitan lainnya.Serangan-serangan ini tidak sia-sia. Mereka memberikan kesempatan untuk pertumbuhan dan kemenangan.Seperti Roma 5:3-4 menyatakan:
"Tidak hanya itu, tetapi kita juga bersukacita dalam penderitaan kita, karena kita tahu bahwa penderitaan menghasilkan kesabaran; kesabaran, karakter; dan karakter, harapan".
Yakobus 1:2-4 juga menganjurkan orang percaya:
Saudara-saudaraku, anggaplah itu sebagai suatu sukacita, apabila kamu mengalami berbagai cobaan, karena kamu tahu, bahwa cobaan imanmu menghasilkan kesabaran.Biarlah kesabaran itu menyempurnakan usahanya, supaya kamu menjadi sempurna dan sempurna., tidak kekurangan apa pun. "
Penjelasan utama:
Yang penting, Yesus sekarang memohon bagi orang percaya di sebelah kanan Allah. Ia memahami perjuangan kita dan berempati dengan kelemahan kita.Kita bisa memohon kepada-Nya untuk kekuatan dan penghiburan.
Menganalisis godaan Yesus di padang gurun mengungkapkan taktik Setan yang umum:
Godaan:Setan menggoda Yesus yang kelaparan untuk mengubah batu menjadi roti, mengingatkan kita untuk membedakan antara kebutuhan yang sah dan jalan pintas yang tidak saleh.
Ragu:Setan menantang Yesus sebagai putra ilahi, mendesak Yesus untuk menguji perlindungan Allah.
Daya:Setan menjanjikan kekuasaan duniawi untuk penyembahan, memperingatkan agar tidak lebih menghargai kemuliaan duniawi daripada kehendak Allah.
Yesus mengalahkan setiap godaan dengan Firman Allah, menunjukkan bahwa Alkitab memiliki kekuatan dalam peperangan rohani.
1 Timotius 4:1 memperingatkan bahwa pada zaman-zaman terakhir, beberapa orang akan meninggalkan iman, mengikuti roh-roh yang menyesatkan.
Prinsip pengertian:
Yesaya 54:17 menyatakan,
Tidak ada senjata yang dibuat untuk melawanmu yang akan berhasil, dan setiap lidah yang menentangmu akan engkau salahkan. Itulah warisan hamba-hamba TUHAN, dan ini adalah keadilan mereka dari Aku." firman Tuhan.
Roma 8:37-39 menyatakan,
Dalam segala hal ini kita lebih dari menang melalui Dia yang mengasihi kita. Sebab aku yakin bahwa tidak ada kematian atau kehidupan, malaikat atau roh-roh jahat, yang ada sekarang atau yang akan datang,tidak ada kekuatantidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita".
Hidup yang menang membutuhkan:
1 Korintus 15:57 berterima kasih kepada Allah atas kemenangan melalui Kristus, mendesak orang percaya untuk tetap teguh dalam pekerjaan Allah.Dia akan menguatkan kalian dan melindungi kalian dari si jahat.. "
Efesus 6:10-18 merinci perlengkapan perang rohani kita:
Perang spiritual tetap menjadi realitas saat ini, tapi orang percaya tidak berjuang sendirian. Kristus telah menang atas dosa dan kematian.dan memakai seluruh perlengkapan perang AllahSemoga Gerbang Kuda Yerusalem menginspirasi kita untuk merangkul pertempuran spiritual ini dengan keberanian dan iman.
Kontak Person: Mr. Yu
Tel: 15931128950